Jumat, 25 Juli 2014

Berapa Banyak Volume Magma Dibawah Kerak Bumi?

24 Jul 2014
Berapa banyak volume magma dibawah lapisan bumi? Batuan cair atau magma memiliki pengaruh kuat di Bumi yang menyebabkan letusan gunung berapi merusak dan menghasilkan deposit mineral. Pengetahuan tentang fenomena ini masih dibatasi fakta, bahwa sebagian besar magma mendingin dan membeku beberapa kilometer di kedalaman Bumi. 
Sampai saat ini ilmuwan hanya mengekspos dari permukaan, jejak yang ditinggalkan selama jutaan tahun disebabkan oleh erosi. Para ilmuwan tidak pernah mampu melacak gerakan magma di kedalaman yang tak terjangkau. Tetapi baru-baru ini, tim ilmuwan dari Universitas Jenewa (UNIGE) menemukan sebuah teknik inovatif yang mampu memberikan rincian khusus dalam mengukur volume magma dibawah lapisan Bumi, dimana hasil penelitian diterbitkan dalam jurnal Nature.

Ilmuwan Ungkap Misteri Volume Magma Kerak Bumi 

Penelitian ini didukung tiga ilmuwan yang memiliki profesi sebagai spesialis modeling, seorang ahli mineral Zircon, dan seroang ahli vulkanologi. Mereka terfokus pada metode baru untuk memperkirakan aliran dan volume magma yang dibutuhkan untuk membentuk ruang magma. Teknik yang dikembangkan sangat memungkinkan untuk memperbaiki prediksi letusan gunung berapi dimasa depan, serta mengidentifikasi daerah yang kaya akan sumber daya alam terkait dengan keberadaan magma.
Volume Magma, Magma keluar kerak bumi
Profesor Urs Schaltegger telah mempelajari zirkon selama lebih dari sepuluh tahun di laboratorium UNIGE. Menurutnya, kristal zirkon yang ditemukan dalam magma dipadatkan menyimpan informasi penting, khususnya tentang injeksi batuan cair kedalam ruang magma sebelum membeku dibawah tanah. Zirkon mengandung unsur-unsur radioaktif yang memungkinkan ilmuwan menentukan umurnya. 
Beberap ilmuwan Section of Earth and Environmental Sciences of UNIGE juga dilibatkan untuk mengumpulkan data menggunakan sampel alam dan simulasi numerik. Guy Simpson menjelaskan, tehnik Modelling bisa menetapkan berapa usia zirkon ketika mengkristal dalam reservoir magma yang didinginkan, tergantung pada laju aliran suntikkan volume magma dan ukuran reservoir.
Dalam laporan analisa yang mereka susun, ilmuwan mengusulkan suatu model yang mampu menentukan akurasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, injeksi dan volume magma yang menumpuk pada kedalaman tidak dapat diakses. Pada akhirnya mereka menetapkan bahwa pembentukan kerak bumi, letusan gunung berapi super dan deposit mineral terjadi dalam kondisi berbeda tetapi sangat spesifik. 
Profesor Luca Caricchi menjelaskan, mereka menentukan umur mineral zircon yang diperoleh dari sampel kecil dan dipadatkan batuan magmatik. Ilmuwan menggunakan hasil model matematika yang telah dikembangkan, mereka mendapatkan volume seluruh magma, dan seberapa cepat reservoir magma berkembang. 
Menurut Profesor Luca Caricchi, informasi ini setidaknya menyatakan bahwa ilmuwan dapat menentukan probabilitas sebuah peledak dalam letusan gunung berapi dengan ukuran tertentu. Selain itu, model pengukuran volume magma akan menarik kalangan industri karena mereka mampu mengidentifikasi daerah baru yang memiliki sumber daya alam besar seperti tembaga dan emas. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar