Kamis, 06 Juni 2013

Kasus prostitusi online di Bandung yang beberapa pekan lalu marak diperbincangkan, yang mana akhirnya berhasil diungkap oleh jajaran Kepolisian Polrestabes Bandung. Namun sebenarnya tidak hanya melalui online saja bisnis yang bertujuan untuk memuaskan hasrat para lelaki hidung belang itu berjalan. Kalau mau ditelisik lebih lanjut, yang terang-terangan dan bebas berkeliaran pun masih banyak, seperti Saritem dan yang mangkal di pinggir jalan. 

Berdasarkan penelusuran, saat ini juga ada yang menjual jasa esek-esek dengan kemasan dan penampilan biasa dan membuat masyarakat menilainya itu adalah sebuah jasa biasa saja. Walau tidak semuanya, sudah bukan rahasia lagi, jika panti pijat itu penyajiannya ternyata tidak hanya untuk dipijat saja. Ada yang lebih dari sekedar dipijat.

Dari sebuah percakapan dengan seorang rekan yang memang sering berkeliaran di dunia malam kota Bandung, panggil saja Bols, ia bercerita tentang pengalamannya berpetualang dari panti pijat satu ke lainnya. Ia pun mengaku kalau hampir semua tempat pijat di Bandung diakuinya sudah pernah ia cicipi.

Berbagai bentuk pelayanan plus plus yang disuguhkan para pemijat yang istilahnya"Pemijat remang-remang". Kebanyakan pemijatnya adalah seorang wanita seksi nan cantik yang tentunya dapat menggoda iman. Bols juga bilang kalau cukup banyak tempat-tempat seperti itu di Bandung dan memang tidak sulit untuk menemukannya, serta cukup terbuka juga untuk umum.

Disinggung mengenai tarif dasar yang ada di kota Bandung, Bols pun kembali memberikan info tersebut, dan ternyata kita tidak perlu mengeluarkan uang jutaan untuk pelayanan pijat komplet. Cukup dengan beberapa lembaran Merah kita sudah bisa menikmati sensasi kegiatan tersebut.

"Ya, sebenarnya tergantung tempat dan fasilitasnya seh. Ya, kalo yang standart biasa-biasa saja 250rb-500rb itu sudah komplet. Nah kalo yang exclusive bisa dikisaran 500rb ke atas," kata Bols.

Semakin penasaran, saya coba ajak Bols langsung ke TKP. Karena yang exclusive tarifnya luar biasa, saya minta Bols untuk menunjukan tempat yang standar. Ternyata salah satu tempat tersebut tidak jauh dan memang gampang ditemukan. Bayangkan dari pusat perbelanja terbesar yang ada di Bandung yakni sekitar Pasar Baru, di disekitar sana ada jasa tempat pijat bagi laki-laki dewasa.

Kemampuan memijat mereka, sebenarnya biasa-biasa saja. Mungkin kalau diibaratkan hanya sekedar mengelus-ngelus tubuh tamunya saja. Soalnya kebanyakan yang menjadi layanan utama adalah seks. Bols pun kasih saran, kalau mau berkunjung ke situ jangan datang pada siang atau sore ataupun terlalu malam. Ia pun menyarankan waktu yang ideal sekitar jam 7 malam. 

"Siang atau sore lalu lintas di sekitar situ akan macet tapi jika jam 7 sudah cukup lancar dan pelanggan lain pun belum begitu banyak jadi kita lebih leluasa untuk memilih "pemijat," saran Bols.

Karena memang kami sudah terlalu malam sampai sana, petualangan malam ini akan dilanjutkan besok hari
Kasus prostitusi online di Bandung yang beberapa pekan lalu marak diperbincangkan, yang mana akhirnya berhasil diungkap oleh jajaran Kepolisian Polrestabes Bandung. Namun sebenarnya tidak hanya melalui online saja bisnis yang bertujuan untuk memuaskan hasrat para lelaki hidung belang itu berjalan. Kalau mau ditelisik lebih lanjut, yang terang-terangan dan bebas berkeliaran pun masih banyak, seperti Saritem dan yang mangkal di pinggir jalan. 

Berdasarkan penelusuran, saat ini juga ada yang menjual jasa esek-esek dengan kemasan dan penampilan biasa dan membuat masyarakat menilainya itu adalah sebuah jasa biasa saja. Walau tidak semuanya, sudah bukan rahasia lagi, jika panti pijat itu penyajiannya ternyata tidak hanya untuk dipijat saja. Ada yang lebih dari sekedar dipijat.

Dari sebuah percakapan dengan seorang rekan yang memang sering berkeliaran di dunia malam kota Bandung, panggil saja Bols, ia bercerita tentang pengalamannya berpetualang dari panti pijat satu ke lainnya. Ia pun mengaku kalau hampir semua tempat pijat di Bandung diakuinya sudah pernah ia cicipi.

Berbagai bentuk pelayanan plus plus yang disuguhkan para pemijat yang istilahnya"Pemijat remang-remang". Kebanyakan pemijatnya adalah seorang wanita seksi nan cantik yang tentunya dapat menggoda iman. Bols juga bilang kalau cukup banyak tempat-tempat seperti itu di Bandung dan memang tidak sulit untuk menemukannya, serta cukup terbuka juga untuk umum.

Disinggung mengenai tarif dasar yang ada di kota Bandung, Bols pun kembali memberikan info tersebut, dan ternyata kita tidak perlu mengeluarkan uang jutaan untuk pelayanan pijat komplet. Cukup dengan beberapa lembaran Merah kita sudah bisa menikmati sensasi kegiatan tersebut.

"Ya, sebenarnya tergantung tempat dan fasilitasnya seh. Ya, kalo yang standart biasa-biasa saja 250rb-500rb itu sudah komplet. Nah kalo yang exclusive bisa dikisaran 500rb ke atas," kata Bols.

Semakin penasaran, saya coba ajak Bols langsung ke TKP. Karena yang exclusive tarifnya luar biasa, saya minta Bols untuk menunjukan tempat yang standar. Ternyata salah satu tempat tersebut tidak jauh dan memang gampang ditemukan. Bayangkan dari pusat perbelanja terbesar yang ada di Bandung yakni sekitar Pasar Baru, di disekitar sana ada jasa tempat pijat bagi laki-laki dewasa.

Kemampuan memijat mereka, sebenarnya biasa-biasa saja. Mungkin kalau diibaratkan hanya sekedar mengelus-ngelus tubuh tamunya saja. Soalnya kebanyakan yang menjadi layanan utama adalah seks. Bols pun kasih saran, kalau mau berkunjung ke situ jangan datang pada siang atau sore ataupun terlalu malam. Ia pun menyarankan waktu yang ideal sekitar jam 7 malam. 

"Siang atau sore lalu lintas di sekitar situ akan macet tapi jika jam 7 sudah cukup lancar dan pelanggan lain pun belum begitu banyak jadi kita lebih leluasa untuk memilih "pemijat," saran Bols.

Karena memang kami sudah terlalu malam sampai sana, petualangan malam ini akan dilanjutkan besok hari

miabi.com

Pesona Miyabi dalam Keping PornoAktris pemeran film porno Maria Ozawa atau yang lebih dikenal dengan nama Miyabi memang amat luar biasa. Terbukti dengan didapatkannya puluhan ribu keping DVD porno yang berhasil disita Polres Jakarta Barat dalam sidak video porno beberapa waktu lalu. Polisi berhasil menangkap dua pria yang mengedarkan keping dvd porno Miyabi yang tertangkap basah di kawasan Gajah Mada dan Harco Glodok.

Menurut penjual keping porno tersebut, Miyabi masih amat diminati banyak orang, sehingga penjualan keping porno Miyabi menjadi jawara dibandingkan bintang porno lainnya. Kedua penjual ini akan dijerat dengan pasal 282 KUHP dan pasal 80 UU RI No. 33 tahun 2009 dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

Selasa, 07 Mei 2013


MUI nilai ustaz pesohor kurang mendidik publik


Ustad Seleb. kapanlagi.com
0
 
Industri pertelevisian Tanah Air melahirkan sejumlah ustaz pesohor yang dikenal publik. Berbekal ilmu agama yang dimilikinya, para ustaz pesohor itu berdakwah di layar kaca dengan ciri dan gayanya masing-masing.

Tak jarang, ustaz pesohor itu berlaku bak layaknya seorang selebritis yang kerap diliput infotainmen. Gosip seputar kehidupan pribadinya pun kerap diburu para pekerja infotainmen.

Isu perselingkuhan dan gaya hidup 'wah' layaknya seorang selebritis seperti tak asing lagi menerpa mereka. Untuk meraih simpati publik, mereka tak jarang menggunakan canda dan guyonan dalam ceramahnya.

Hal itu terkadang mengakibatkan inti dakwah yang seharusnya disampaikan tak dapat dicerna publik. Penampilan mereka di layar kaca semakin mudah dilihat seiring datangnya bulan Ramadan.

Berbeda dengan ustaz 'kampung' yang hanya dibayar dengan besek atau kadang hanya ucapan terimakasih, ustaz pesohor justru mendapat bayaran jutaan rupiah. Lantas bagaimana tanggapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap fenomena ustaz pesohor?

"Dakwah mereka kurang mengena dan mendidik masyarakat. Misalnya, gayanya, tema dakwah yang disampaikannya juga ada yang tidak ada isinya alias hanya becanda saja itu tidak akan memperbaiki akhlak masyarakat, penampilan dan kata-kata yang dipakai juga terlalu fulgar," kata Ketua MUI, Ma'ruf Amin kepada merdeka.com, Jumat (3/8).

Menurutnya, berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan MUI soal ustaz pesohor diperoleh hasil pemahaman dan metode dakwah yang disampaikan mereka perlu diperbaiki. Sebab, dakwah yang disampaikan mereka akan berpengaruh kepada umat.

Atas dasar itu, MUI telah menyiapkan sebuah program pelatihan kepada ustaz pesohor. "Kami akan mengadakan training pelatihan kepada ustaz yang sering tampil di televisi supaya membawa perbaikan, jadi tidak sekedar seperti hiburan, tapi memiliki edukasi," kata dia.

Dia menilai, gaya 'baru' yang para ustaz pesohor dalam berdakwah tak lepas dari tuntutan masyarakat. Sebab, kebanyakan masyarakat menyukai ceramah yang bersifat jenaka dan tidak serius.

"TV juga kan maunya ustaz yang digemari masyarakat. Tapi yang penting arahannya sehingga mereka tidak hanya sekedar mengikuti tuntutan masyarakat saja tapi juga memberi perubahan kepada masyarakat melalui dakwahnya," kata dia.

Sementara, mengenai gaya hidup 'wah' dan gosip miring yang kerap menimpa para ustaz pesohor, dia mengatakan seorang ustaz harus menjauhkan dirinya dari sesuatu yang tak baik. Karena, karena ustaz adalah ujung tombak agama untuk memberi pencerahan kepada masyarakat.

"Kalau mereka melakukan hal-hal yang seperti itu nanti masyarakat juga akan menilai dan tak akan respect. Kita menilai yang penting ustaz itu jangan menyimpang," kata dia.
http://eeq34.blogspot.com/

MUI nilai ustaz pesohor kurang mendidik publik


Ustad Seleb. kapanlagi.com
0
 
Industri pertelevisian Tanah Air melahirkan sejumlah ustaz pesohor yang dikenal publik. Berbekal ilmu agama yang dimilikinya, para ustaz pesohor itu berdakwah di layar kaca dengan ciri dan gayanya masing-masing.

Tak jarang, ustaz pesohor itu berlaku bak layaknya seorang selebritis yang kerap diliput infotainmen. Gosip seputar kehidupan pribadinya pun kerap diburu para pekerja infotainmen.

Isu perselingkuhan dan gaya hidup 'wah' layaknya seorang selebritis seperti tak asing lagi menerpa mereka. Untuk meraih simpati publik, mereka tak jarang menggunakan canda dan guyonan dalam ceramahnya.

Hal itu terkadang mengakibatkan inti dakwah yang seharusnya disampaikan tak dapat dicerna publik. Penampilan mereka di layar kaca semakin mudah dilihat seiring datangnya bulan Ramadan.

Berbeda dengan ustaz 'kampung' yang hanya dibayar dengan besek atau kadang hanya ucapan terimakasih, ustaz pesohor justru mendapat bayaran jutaan rupiah. Lantas bagaimana tanggapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap fenomena ustaz pesohor?

"Dakwah mereka kurang mengena dan mendidik masyarakat. Misalnya, gayanya, tema dakwah yang disampaikannya juga ada yang tidak ada isinya alias hanya becanda saja itu tidak akan memperbaiki akhlak masyarakat, penampilan dan kata-kata yang dipakai juga terlalu fulgar," kata Ketua MUI, Ma'ruf Amin kepada merdeka.com, Jumat (3/8).

Menurutnya, berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan MUI soal ustaz pesohor diperoleh hasil pemahaman dan metode dakwah yang disampaikan mereka perlu diperbaiki. Sebab, dakwah yang disampaikan mereka akan berpengaruh kepada umat.

Atas dasar itu, MUI telah menyiapkan sebuah program pelatihan kepada ustaz pesohor. "Kami akan mengadakan training pelatihan kepada ustaz yang sering tampil di televisi supaya membawa perbaikan, jadi tidak sekedar seperti hiburan, tapi memiliki edukasi," kata dia.

Dia menilai, gaya 'baru' yang para ustaz pesohor dalam berdakwah tak lepas dari tuntutan masyarakat. Sebab, kebanyakan masyarakat menyukai ceramah yang bersifat jenaka dan tidak serius.

"TV juga kan maunya ustaz yang digemari masyarakat. Tapi yang penting arahannya sehingga mereka tidak hanya sekedar mengikuti tuntutan masyarakat saja tapi juga memberi perubahan kepada masyarakat melalui dakwahnya," kata dia.

Sementara, mengenai gaya hidup 'wah' dan gosip miring yang kerap menimpa para ustaz pesohor, dia mengatakan seorang ustaz harus menjauhkan dirinya dari sesuatu yang tak baik. Karena, karena ustaz adalah ujung tombak agama untuk memberi pencerahan kepada masyarakat.

"Kalau mereka melakukan hal-hal yang seperti itu nanti masyarakat juga akan menilai dan tak akan respect. Kita menilai yang penting ustaz itu jangan menyimpang," kata dia.
http://eeq34.blogspot.com/

MUI nilai ustaz pesohor kurang mendidik publik


Ustad Seleb. kapanlagi.com
0
 
Industri pertelevisian Tanah Air melahirkan sejumlah ustaz pesohor yang dikenal publik. Berbekal ilmu agama yang dimilikinya, para ustaz pesohor itu berdakwah di layar kaca dengan ciri dan gayanya masing-masing.

Tak jarang, ustaz pesohor itu berlaku bak layaknya seorang selebritis yang kerap diliput infotainmen. Gosip seputar kehidupan pribadinya pun kerap diburu para pekerja infotainmen.

Isu perselingkuhan dan gaya hidup 'wah' layaknya seorang selebritis seperti tak asing lagi menerpa mereka. Untuk meraih simpati publik, mereka tak jarang menggunakan canda dan guyonan dalam ceramahnya.

Hal itu terkadang mengakibatkan inti dakwah yang seharusnya disampaikan tak dapat dicerna publik. Penampilan mereka di layar kaca semakin mudah dilihat seiring datangnya bulan Ramadan.

Berbeda dengan ustaz 'kampung' yang hanya dibayar dengan besek atau kadang hanya ucapan terimakasih, ustaz pesohor justru mendapat bayaran jutaan rupiah. Lantas bagaimana tanggapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap fenomena ustaz pesohor?

"Dakwah mereka kurang mengena dan mendidik masyarakat. Misalnya, gayanya, tema dakwah yang disampaikannya juga ada yang tidak ada isinya alias hanya becanda saja itu tidak akan memperbaiki akhlak masyarakat, penampilan dan kata-kata yang dipakai juga terlalu fulgar," kata Ketua MUI, Ma'ruf Amin kepada merdeka.com, Jumat (3/8).

Menurutnya, berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan MUI soal ustaz pesohor diperoleh hasil pemahaman dan metode dakwah yang disampaikan mereka perlu diperbaiki. Sebab, dakwah yang disampaikan mereka akan berpengaruh kepada umat.

Atas dasar itu, MUI telah menyiapkan sebuah program pelatihan kepada ustaz pesohor. "Kami akan mengadakan training pelatihan kepada ustaz yang sering tampil di televisi supaya membawa perbaikan, jadi tidak sekedar seperti hiburan, tapi memiliki edukasi," kata dia.

Dia menilai, gaya 'baru' yang para ustaz pesohor dalam berdakwah tak lepas dari tuntutan masyarakat. Sebab, kebanyakan masyarakat menyukai ceramah yang bersifat jenaka dan tidak serius.

"TV juga kan maunya ustaz yang digemari masyarakat. Tapi yang penting arahannya sehingga mereka tidak hanya sekedar mengikuti tuntutan masyarakat saja tapi juga memberi perubahan kepada masyarakat melalui dakwahnya," kata dia.

Sementara, mengenai gaya hidup 'wah' dan gosip miring yang kerap menimpa para ustaz pesohor, dia mengatakan seorang ustaz harus menjauhkan dirinya dari sesuatu yang tak baik. Karena, karena ustaz adalah ujung tombak agama untuk memberi pencerahan kepada masyarakat.

"Kalau mereka melakukan hal-hal yang seperti itu nanti masyarakat juga akan menilai dan tak akan respect. Kita menilai yang penting ustaz itu jangan menyimpang," kata dia.
http://eeq34.blogspot.com/

MUI nilai ustaz pesohor kurang mendidik publik


Ustad Seleb. kapanlagi.com
0
 
Industri pertelevisian Tanah Air melahirkan sejumlah ustaz pesohor yang dikenal publik. Berbekal ilmu agama yang dimilikinya, para ustaz pesohor itu berdakwah di layar kaca dengan ciri dan gayanya masing-masing.

Tak jarang, ustaz pesohor itu berlaku bak layaknya seorang selebritis yang kerap diliput infotainmen. Gosip seputar kehidupan pribadinya pun kerap diburu para pekerja infotainmen.

Isu perselingkuhan dan gaya hidup 'wah' layaknya seorang selebritis seperti tak asing lagi menerpa mereka. Untuk meraih simpati publik, mereka tak jarang menggunakan canda dan guyonan dalam ceramahnya.

Hal itu terkadang mengakibatkan inti dakwah yang seharusnya disampaikan tak dapat dicerna publik. Penampilan mereka di layar kaca semakin mudah dilihat seiring datangnya bulan Ramadan.

Berbeda dengan ustaz 'kampung' yang hanya dibayar dengan besek atau kadang hanya ucapan terimakasih, ustaz pesohor justru mendapat bayaran jutaan rupiah. Lantas bagaimana tanggapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap fenomena ustaz pesohor?

"Dakwah mereka kurang mengena dan mendidik masyarakat. Misalnya, gayanya, tema dakwah yang disampaikannya juga ada yang tidak ada isinya alias hanya becanda saja itu tidak akan memperbaiki akhlak masyarakat, penampilan dan kata-kata yang dipakai juga terlalu fulgar," kata Ketua MUI, Ma'ruf Amin kepada merdeka.com, Jumat (3/8).

Menurutnya, berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan MUI soal ustaz pesohor diperoleh hasil pemahaman dan metode dakwah yang disampaikan mereka perlu diperbaiki. Sebab, dakwah yang disampaikan mereka akan berpengaruh kepada umat.

Atas dasar itu, MUI telah menyiapkan sebuah program pelatihan kepada ustaz pesohor. "Kami akan mengadakan training pelatihan kepada ustaz yang sering tampil di televisi supaya membawa perbaikan, jadi tidak sekedar seperti hiburan, tapi memiliki edukasi," kata dia.

Dia menilai, gaya 'baru' yang para ustaz pesohor dalam berdakwah tak lepas dari tuntutan masyarakat. Sebab, kebanyakan masyarakat menyukai ceramah yang bersifat jenaka dan tidak serius.

"TV juga kan maunya ustaz yang digemari masyarakat. Tapi yang penting arahannya sehingga mereka tidak hanya sekedar mengikuti tuntutan masyarakat saja tapi juga memberi perubahan kepada masyarakat melalui dakwahnya," kata dia.

Sementara, mengenai gaya hidup 'wah' dan gosip miring yang kerap menimpa para ustaz pesohor, dia mengatakan seorang ustaz harus menjauhkan dirinya dari sesuatu yang tak baik. Karena, karena ustaz adalah ujung tombak agama untuk memberi pencerahan kepada masyarakat.

"Kalau mereka melakukan hal-hal yang seperti itu nanti masyarakat juga akan menilai dan tak akan respect. Kita menilai yang penting ustaz itu jangan menyimpang," kata dia.
http://eeq34.blogspot.com/