Rabu, 30 Januari 2013

http://nasional.news.viva.co.id

Luthfi Hasan Minta Kader PKS Tahan Diri dan Berdoa

Luthfi mengaku tidak mengetahui inisial LHI yang disebutkan KPK.

ddd
Kamis, 31 Januari 2013, 00:44
Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq
Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq(VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, menyampaikan bahwa seluruh jajaran pengurus dan seluruh kander partai se-Indonesia akan menghormati dan menunjukan apresiasi pada penegak hukum.

"Utamanya KPK, dan kami berharap pemberantasan korupsi di Indonesia berjalan dengan baik sesuai aturan dan ketentuan yang ada," kata Luthfi saat menggelar keterangan pers di kantor DPP PKS, Rabu malam, 30 Januari 2013.

Terkait penetapan tersangka terhadap anggot DPR bernisial LHI, Luthfi mengakui bahwa informasi mengenai hal itu didapatnya dari media. Mengenai nama LHI sebagai salah satu yang diindasikakan terlibat kasus korupsi dia mengaku tidak mengetahui nama itu.

"Saya tidak tahu yang dimaksudkan, tetapi nama saya memang Luthfi Hasan Ishaaq. Seandainya yang dimaksud adalah saya dengan singkatan LHI itu maka saya sebagai warga negara Indonesia tentu akan mentaati dan menghormati hukum yang berlaku," katanya.

Menurutnya, bila benar inisial LHI yang dimaksud KPK adalah dirinya, Luthfi tentu tidak akan menerimanya. Terkait hal itu, Luthfi meminta seluruh kader Partai PKS untuk menahan diri dan berdoa.

"Tetapi sudah barang tentu indikasi tentang penyuapan itu, andai itu benar saya, tentu tidak akan menerimanya. Tidak saya, tidak pula kader partai yang menerima penyuapan seperti itu," katanya.

"Maka kepada seluruh jajaran kader hendaknya menahan diri dan berdoa dan menyerahkan segalanya kepada Allah dan terus berjuang agar negeri kita terbebas dari korupsi karena menyengsarakan rakyat dan itu komitmen PKS. Biasanya kalau dekat pemilu kita sering mengatakan bismilah," katanya.

Dalam jumpa pers yang didampingi Anis Mata, Abubakar Al Habsy dan Hidayat Nurwahid, Lutfhi mengatakan bahwa dirinya akan mempelajari dahulu masalah ini.

"Saya belum tahu, saya pelajari masalahnya. Saya belum bisa komentar apa-apa," katanya. (adi)

Suap Proyek Daging, KPK Geledah Kantor Kementerian Pertanian

Kasus ini diduga melibatkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera.

ddd
Kamis, 31 Januari 2013, 00:06Eko Priliawito, Dedy Priatmojo
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penggeledahan
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penggeledahan(VIVAnews/ Muhamad Solihin)
VIVAnews - Setelah menetapkan status empat tersangka kasus korupsi impor daging sapi, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menggeledah sejumlah lokasi untuk memperoleh sejumlah data dan informasi pendukung penyidikan kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan ini.

"Benar ada penggeledahan," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi di Jakarta, Rabu malam, 30 Januari 2013.

Johan mengatakan, penggeledehan masih berlangsung di beberapa lokasi, antara lain kantor Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. Penggeledahan ini juga dilakukan lagi di kantor PT Indoguna Utama dan rumah para tersangka.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat tersangka dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan penyidik KPK Selasa malam. Tiga dari mereka langsung diboyong ke gedung KPK, sementara satu orang lainnya akan segera diperiksa.

"Dari hasil gelar perkara disimpulkan bahwa KPK menemukan dua alat bukti yang cukup terhadap AAE dan JE selaku pemberi kepada AF sebagai penerima. Dan kemudian ditemukan dua alat bukti yang cukup, LHI adalah salah satu Anggota DPR atas nama LHI," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP di kantornya.

Dari hasil penelusuran, AAE merujuk pada Arya Abdi Effendi dan JE merujuk pada Juard Effendi, keduanya merupakan Direktur PT Indoguna Utama (IU). Sementara untuk inisial AF merujuk pada Ahmad Fathanah dan LHI merujuk pada Lutfi Hasan Ishaaq, Presiden Partai Keadilan Sejahtera.

Johan mengatakan, keempat tersangka diduga melakukan tindakan suap menyuap proyek impor daging sapi. Penyidik KPK mengamankan barang bukti berupa uang Rp1 miliar terdiri dari pecahan Rp100 ribu, di mobil Ahmad Fathanah selepas dari pertemuannya  dengan Arya Abdi Effendi di gedung PT Indoguna. Selain uang Rp1 miliar KPK juga mengamankan beberapa buku tabungan dan sejumlah berkas dokumen.

Keempatnya dijerat masing untuk Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 atau Pasal 13 Undang-undang No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaiamana diubah pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Sedangkan untuk Ahmad Fathanah dan Luthfi Hassan Ishaq diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 11 Undang-undang No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaiamana diubah pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP
Persiram Vs Persib, Umuh Mohon Doa Restu kepada Bobotoh

...LIKE tuluy BACA sarta BAGIKAN...

@oloHC viking.fb

BANDUNG (30/1/2013) - Menjelang pertandingan melawan Persiram Raja Ampat di Stadion Wombik, Sorong, Papua Barat, Kamis (31/1/2013), Manajer Persib, Umuh Muchtar meminta doa restu dan dukungan bobotoh. Sebab menurutnya, pertandingan melawan Persiram ini tergolong sangat berat. Sementara Persib dituntut meraih poin penuh.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada bobotoh di Sorong yang akan datang ke stadion memberikan dukungan langsung. Kehadiran mereka tentu akan sangat membantu dalam membangkitkan semangat bertanding pemain di lapangan. Bagi bobotoh di mana saja dan tidak datang ke Sorong, kami memohon bantuan doanya agar Persib bisa sukses," kata Umuh seperti dikutip situs resmi Persib, Rabu (30/1/2013).

Diakui Umuh, sejauh ini penerimaan masyarakat Sorong terhadap Persib cukup baik. "Saya senang, Persib bisa diterima dengan baik," tambahnya. 

Digelandang Tengah Malam, Presiden PKS Langsung Ditahan?

"Doakan saya, doakan saya," kata Luthfi saat digiring petugas KPK.

ddd
Kamis, 31 Januari 2013, 00:33http://nasional.news.viva.co.id
Luthfi Hasan Ishaaq bersama petinggi PKS
Luthfi Hasan Ishaaq bersama petinggi PKS(Antara/ Rosa Panggabean)

VIVAnews - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, tiba di gedung KPK sekitar pukul 24.00 WIB menggunakan mobil Toyota Innova hitam. Kedatangan Luthfi memang sudah ditunggu wartawan di depan lobby gedung KPK.

Luthfi yang dikawal dua penyidik KPK enggan berkomentar banyak kepada awak media, dia langsung merangsek kerumunan wartawan dan bergegas masuk ke dalam gedung KPK. "Doakan saya, doakan saya," kata Luthfi singkat di gedung KPK, Rabu, 30 Januari 2013.

Terkait kedatangan Presiden PKS itu, Juru Bicara KPK, Johan Budi, mengatakan KPK belum memastikan akan langsung menahan Luthfi. Menurut Johan, kedatangan Luhfi dalam rangka pemeriksaan sebagai tersangka kasus suap impor daging sapi.

"Karena ada hal-hal yang perlu dikonfirmasi ke LHI, apa saja yang akan ditanyakan tentu nanti tergantung penyidik," ujar Johan.

Begitupun soal surat penahanan yang kabarnya sudah ditandatangani KPK, Johan mengaku belum memperoleh informasi terkait hal tersebut. "Saya belum dapat konfirmasi soal itu, tapi yang dapat pastikan itu hanya pemanggilan untuk pemeriksaan LHI," tandasnya. 
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan anggota DPR dari PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus suap impor daging. Tak lama lagi, presiden PKS itu akan segera dicegah ke luar negeri.

"Akan ada pencegahan dalam satu kali 24 jam, LHI iya," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP di kantornya, Rabu (30/1/2013).

Luthfi menjadi tersangka dalam kasus impor daging. Diduga, dia melanggar pasal penerimaan suap UU Tipikor. 

KPK sudah menangkap orang dekat Luthfi berinisial AF bersama dua pengusaha dari PT Indoguna Utama. Satu orang wanita muda juga ditangkap. Barang bukti Rp 1 miliar sudah disita.

Saat dikonfirmasi soal ini, Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan akan mengklarifikasi informasi Luthfi menjadi tersangka. Saat ini, PKS masih menggelar rapat di kantor DPP, Jl TB Simatupang, Jaksel.http://news.detik.com

Senin, 28 Januari 2013

Di tengah khusuknya umat menjalankan ibadah puasa, warga Komplek Perumahan Satelit Asri, Singaraja, Bali, dikejutkan dengan kebakaran hebat yang melanda Masjid Al Asri yang berada di komplek itu, Sabtu, 11 Agustus 2012.

"Api sudah membesar di atas atap masjid. Tidak ada yang bisa di selamatkan, kecuali bedug yang kebetulan berada di luar masjid," ungkap Hamdani, salah seorang Pengurus Masjid Al Asri.

Akibat kobaran api yang besar, dengan cepat membakar seluruh isi masjid. Hanya bedug yang berada di luar masjid yang bisa diselamatkan warga. Empat unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan dalam peristiwa tersebut. Lokasi masjid yang berada di tengah perumahan padat, membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api. 

Menurut sejumlah saksi mata, kobaran api sudah terlihat besar dari tembok sebelah masjid, tepatnya di belakang masjid sebelum akhirnya membakar seluruh bangunan masjid dan isinya.

Menurut Hamdani, kebakaran diperkirakan dari kompor yang ada di dalam dapur di belakang masjid. Api baru dapat dipadamkan setelah 30 menit. Hingga saat ini, warga masih membersihkan puing dan sisa kebakaran
Virus HIV masih menjadi momok yang mematikan. Namun, baru-baru ini, ilmuwan mengupayakan modifikasi genetik untuk mengurangi risiko penyakit ini. Benarkah?

Upaya modifikasi yang dimaksud dapat menciptakan sel yang tahan terhadap dua jenis ancaman virus HIV, dan mencegah pengembangan virus tersebut.

Hal ini merujuk pada studi yang baru-baru ini dirilis oleh para peneliti di Stanford University School of Medicine dan University of Texas di Austin, AS.

Para peneliti menggunakan metode yang dikenal sebagai penyusunan sifat yang dimaksudkan untuk menyusupkan serangkaian gen resisten HIV ke dalam sel T.

Sel T merupakan sel kebal yang disasar oleh virus HIV. Sel ini berfungsi memblokir infeksi pada beberapa tahapan dan memberikan perlindungan dari dua virus utama HIV, yaitu CCR5 dan CXCR4.

"Kami menonaktifkan gen CCR5, dan menyusupkan tiga gen tambahan," jelas Dr Matthew Porteus, profesor pediatrik di Stanford sekaligus kepala riset ini, kepada ABC News, 29 Januari 2013.

"Ketika sel-sel memiliki keempat sifat, setelah 25 hari, kami menemukan bahwa sel-sel tersebut benar-benar resisten terhadap kedua jenis virus HIV," tambahnya.

Salah satu tantangan utama untuk menjinakkan HIV adalah tingkat mutasi virusnya yang tinggi. Sebab itu, pasien harus menggunakan campuran koktail obat-abatan, yang dikenal sebagai terapi antiretroviral (ART), untuk melawan virus pada sejumlah tahap yang berbeda.

"HIV bisa berubah-ubah," kata Sara Sawyer, asisten profesor genetika molekuler dan mikrobiologi dari University of Texas di Austin. "Sehingga, satu obat saja tidak akan bekerja dengan baik. Itulah kenapa pasien HIV diberi obat sekaligus," tandasnya.

Sel-sel T yang telah direkayasa mengandung koktail lantas diberikan kepada pasien HIV. Dengan sel T, sistem kekebalan tubuh pasien akan resistan terhadap virus HIV. Sedangkan, sel yang tidak resisten akan terbunuh oleh virus HIV.

"Metode ini akan membentengi runtuhnya sistem kekebalan tubuh, dan infeksi sekunder yang akhirnya menimbulkan AIDS," tutur Sawyer.

Langkah selanjutnya, sel-sel T yang sudah dimodifikasi ini perlu diuji pada hewan untuk memastikan apakah sel tersebut tetap resisten terhadap virus dalam jangka waktu yang lama.

Langkah ini harus ditempuh sebelum metode ini mendapat persetujuan uji klinis oleh Food and Drug Administration di AS, yang bisa memakan waktu 3-5 tahun.

"Untuk mengembangkan metode baru, Anda harus optimis," kata Porteus. "Temuan dalam penelitian ini adalah bukti dari sebuah konsep. Kami telah membuktikan metode ini bisa bekerja," pungkasnya.